orang datang singgah

Sunday, 22 January 2012

hidup terlalu singkat untuk membenci


ah, terlalu sukar untuk memberi maaf. bahkan lebih sukar daripada meminta maaf. masih terasa tusukan rasa bagaikan sebuah dendam yang membara. masih terngiang - ngiang segala kata. masih terbayang semua tingkah laku dan perlakuan. wajah ' orang - orang bersalah ' itu terasa begitu menjengkelkan. memberi maaf kepada mereka seolah - olah menggadaikan harga diri. ah, apakah maruah terlalu murah untuk disorong tarik dengan harga yang rendah? dan cukup sakit, apabila mengenangkan ' musuh - musuh ' itu tersenyum dengan kemenangan.



namun, itu hanya bisik hati besarku. yang melantunkan suara ego dan marah. kesat dan kesumat. tetapi jauh dari dalam diri ada suara lain yang bergetar. hati kecil yang tidak jemu - jemu mengingatkan. suara tulus yang mendamaikan gelombang jiwa. bisik telus yang meredakan amukan rasa. maafkan, lupakan, cintai, sayangi. berperang dengan mereka bererti berperang dengan diri sendiri. begitu bisik hati kecil  itu selalu.



'' tolaklah kejahatan dengan sebuah kebaikan. nescaya engkau akan mendapato musuhmu akan menjadi seolah - olah saudara ''



wahai diri, api jangan dilawan dengan api. nanti bakarnya akan membakar diri sendiri. menyimpan dendam sama seperti membina gunung berapi di dalam hati. semakin besar dendam itu, maka semakin sakit hati yang menanggungnya. musuh- musuhmu terus ketawa, sedangkan kau sendiri menderita meneguk bisa. 

1 comment: